POLITEKNIK MEKATRONIKA SANATA DHARMA

(Teknologi Elektromedis)

Kelompok 4(Semester 1):

- Tere
- Alda
- Aldi
- Derry
- Helen
- Yaya


" LAPORAN PRAKTIKUM " 

Hari/Tanggal : Jumat,17 Agustus 2018
Tempat : Rumah Helen
Waktu : 10.00 Pagi - 17.00 Sore
Tujuan percobaan  :  Menentukan besar tekanan hidrostatis pada kedalaman tertentu pada zat cair.

Teori Dasar:

Setiap benda selalu mendapat pengaruh gaya gravitasi bumi sehingga benda tersebut mempunyai berat. Untuk zat cair, tekanan yang disebabkan oleh beratnya sendiri disebut tekanan hidrostatis

Tekanan hidrostatis dapat dirumuskan sebagai berikut : Ph = ρ . g . h

Keterangan:
Ph = tekanan hidrostatis (N/m2 atau Pa)
ρ   = massa jenis zat cair (kg/m3)
  = kedalaman (m)

Dari persamaan diatas menunjukkan bahwa tekanan fluida diam berbanding lurus dengan kedalamannya. Untuk kedalamannya yang sama, besar tekanan adalah sama ke segala arah. Semakin dalam kedudukan suatu benda, semakin besar tekanan hidrostatis yang dialaminya.

 Hubungan Kuat Arus, Hambatan dan Tegangan?

Arus Listrik  


Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam rangkaian tiap satuan waktu. Arus listrik disimbolkan dengan huruf "I" dan satuannya adalah Coulomb/detikatau Ampere (A).

I = Q / t
Selain itu besarnya arus listrik adalah proporsional dengan tegangan yang diberikan dan juga besarnya tahanan pada penghantar.


I = V / R


V = Tegangan, R = Tahanan/resistansi

Tegangan  


Tegangan adalah beda potensial antara dua titik rangkaian listrik yang memberi tekanan ke arus listrik untuk mengalir. Tegangan disimbolkan dengan "V" dan satuannya adalah Volt. 


V = I x R 


Hambatan  
Elektron-elektron yang mengalir di penghantar cenderung mengalami gesekan dan perlawanan. Perlawanan ini lah yang disebut dengan "Resistansi atau Hambatan". Sesuai dengan namanya, hambatan bersifat menghambat arus listrik (laju elektron yang mengalir) dan efek dari penghambatan ini bisa menimbulkan energi lain seperti panas, cahaya. Hambatan disimbolkan dengan huruf "R" dan memiliki satuan "Ohm". 


R = V / I

Hukum Ohm


Jumlah arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dipengaruhi oleh besarnya tegangan yang diberikan dan juga besarnya hambatan. Jika tegangan dinaikkan, maka arus listrik akan meningkat. Namun, jika hambatannya juga dinaikkan maka arus akan melemah. 


LANGKAH PEMBUATAN




A. Botol Rangkaian Seri


LANGKAH PERTAMA
1. Ambil 1 buah botol, lalu lubangi pada sisi botol bagian bawah dengan diameter 1 cm / setara dengan sedotan kecil.
2. Potong sedotan kecil sepanjang 5 cm.
3. Masukkan sedotan yang sudah dipotong, ke dalam lubang yang sudah dilubangi pada sisi botol bagian bawah.
4. Rekatkan sedotan yang telah dimasukkan pada lubang dengan lem tembak dan tunggu sampai lem mengering. (Pastikan lubang botol tertutup oleh lem).

LANGKAH KEDUA
1. Ambil 1 buah botol, lalu lubangi pada sisi kanan botol dan sisi kiri botol bagian bawah botol dengan diameter 1 cm / setara dengan diameter sedotan
 kecil.
2. Potong sedotan kecil sepanjang 5 cm, lalu masukkan sedotan pada lubang bagian sisi kanan saja.
3. Kemudian rekatkan sedotan dengan lem tembak dan tunggu sampai lem mengering. (Pastikan lubang botol tertutup oleh lem).

PENGGABUNGAN LANGKAH PERTAMA DAN LANGKAH KEDUA
1. Ambil botol pada Langkah pertama dan Langkah kedua
2. Kemudian botol langkah pertama dibagian yang terdapat sedotannya, dimasukkan ke dalam lubang pada bagian sisi kiri botol pada langkah kedua yang tidak terdapat sedotannya.
4. Setelah itu direkatkan kembali dengan lem tembak dan tunggu sampai lem mengering.(Pastikan lubang botol tertutup oleh lem)

LUBANG PENUTUP SEDOTAN RANGKAIAN SERI
1. Ambil 1 sedotan, lalu potong dengan ukuran 2 cm
2. Setelah itu salah satu ujung sedotan yang telah dipotong, diberi lem tembak hingga tidak ada lubang sedikitpun





B. Botol Rangkaian Pararel

LANGKAH PERTAMA
1. Ambil 1 buah botol, lalu lubangi permukaan bawah botol / bagian pantat botol (Lubangi seukuran tutup botol).
2. Setelah itu ambil 1 buah botol lain dan buka tutup botolnya.
3. Kemudian masukkan botol yang sudah dibuka tutup nya ke lubang dibawah permukaan botol / bagian pantat botol yang sudah dilubangi.
4. Rekatkan dengan lem  tembak agar kedua botol menempel dengan sempurna dan tunggu sampai lem mengering (Pastikan lubang botol tertutup dengan lem )
5. Lubangi bagian bawah botol seukuran sedotan kecil atau diameter 1cm.
6. Potong sedotan ukuran 5cm, lalu masukan sedotan tersebut ke dalam lubang bawah botol.
7. Rekatkan sedotan dengan lem tembak agar menempel sempurna dan tunggu sampai lem mengering. ( Pastikan lubang botol tertutup dengan lem)

LUBANG PENUTUP SEDOTAN RANGKAIAN PARALEL
1. Ambil 1 sedotan, lalu potong dengan ukuran 2cm.
2. setelah itu salah satu ujung sedotan yang telah di potong, diberi lem tembak hingga tidak ada lubang sedikitpun.




C. Botol Rangkaian Seri Tertutup Lubang Kecil

1. Ambillah Botol Rangkaian Seri Lubang kecil, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol.
 (Tetapi sedotan botol di tutup oleh penutup lubang sedotan, agar air tidak mengalir keluar), setelah itu botol di tutup.
2.  Taruhlah botol ke tempat yang tingginya 1 meter / setara dengan pinggang.
3. Siap kan ponsel untuk merekam , mengambil gambar, dan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat didalam botol.
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar.
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan catatlah.



D. Botol Rangkaian Seri Terbuka Lubang Kecil


1. Ambilah botol Rangkaian Seri Lubang Kecil, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol (tetapi sedotan botol di tutup dengan penutup lubang sedotan, agar air tidak mengalir keluar), setelah itu buka tutup botol.
2. Taruhlah botol ke tempat yang tingginya 1meter / setara dengan pinggang.
3. Siapkan ponsel untuk merekam, mengambil gambar, dan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat di dalam botol.
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar.
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan catatlah.



E. Botol Rangkaian Pararel Tertutup Lubang Kecil

1. Ambilah botol rangkaian pararel lubang kecil, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol (tetapi sedotan botol di tutup dengan penutup lubang sedotan, agar air tidak mengalir keluar), setelah itu botol ditutup.
2. Taruhlah botol ke tempat yang tingginya 1meter/ setara dengan pinggang
3. Siapkan ponsel untuk merekam, mengambil gambar, dan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat di dalam botol.
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar.
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan catatlah.


F.  Botol Rangkaian Pararel Terbuka Lubang Kecil

1. Ambilah botol Rangkaian pararel Lubang Kecil, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol  (tetapi sedotan botol di tutup dengan penutup lubang sedotan, agar air tidak mengalir keluar), setelah itu buka tutup botol.
2. Taruhlah botol ke tempat yang tingginya 1meter / setara dengan pinggang.
3. Siapkan ponsel untuk merekam, mengambil gambar, dan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat di dalam botol.
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar.
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan catatlah. 



G. Botol Rangkaian Seri Tertutup Lubang Besar


1. Ambilah botol rangkaian seri lubang besar, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol (tetapi sedotan botol di tutup dengan penutup lubang sedotan, agar air tidak mengalir keluar), setelah itu tutup botol.
2. Taruhlah botol ke tempat yang tingginya 1 meter/ setara dengan pinggang.
3. Siapkan ponsel untuk merekam, mengambil gambar, dan stopwatvh untuk menghitung berapa lama waktu yang di butuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat di dalam botol.
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar.
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan catatlah.


H. Botol Rangkaian Seri Terbuka Lubang Besar

1. Ambilah botol rangkaian seri lubang besar, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol (tetapi sedotan botol di tutup dengan penutup lubang sedotan, agar air tidak mengalir keluar) setelah itu buka tutup botol.
2. Tarulah botol ke tempat yang tingginya 1 meter / setara dengan pinggang
3. Siapkan ponsel untuk merekam,mengambil gambar dan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat didalam botol.
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan cacatlah



I.  Botol Rangkaian Pararel Tertutup Lubang Besar


1. Ambilah botol rangkaian pararel lubang besar, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol (tetapi sedotan botol di tutup dengan penutup sedotan, agar air tidak mengalir keluar) setelah itu tutup botol.
2. Tarulah botol ke tempat yang tingginya 1 meter/setara dengan pinggang
3. Siapkan ponsel untuk merekam ,mengambil gambar dan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat didalam botol`
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar`
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan cacatlah.


J. Botol Rangkaian Pararel Terbuka Lubang Besar


1. Ambilah botol rangkaian pararel lubang besar, lalu isilah air dengan penuh ke dalam botol (tetapi sedotan botol di tutup dengan penutup sedotan, agar air tidak mengalir keluar) setelah itu buka tutup botol.
2. Tarulah botol ke tempat yang tingginya 1 meter/setara dengan pinggang
3. Siapkan ponsel untuk merekam,mengambil gambar dan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan air yang terdapat didalam botol.
4. Setelah itu buka tutup sedotan pada botol dan biarkan air mengalir keluar.
5. Hitunglah jarak air mengalir dari botol hingga ke permukaan tanah dan cacatlah.




GRAFIK









PERTANYAAN 
1). Jika hambatan kecil, maka arusnya bagaimana?
2). Jika voltnya kecil, maka arusnya bagaimana?

JAWABAN
1). Jika hambatannya semakin kecil, maka kuat arus air akan semakin besar. Karena tekanan air yang terdapat didalam botol besar tetapi hambatannya kecil.
2).  Jika Voltnya kecil, maka arus airnya kecil. Karena Tegangannya kecil, jadi lebih lambat air mengalir sehingga mengakibatkan kuat arusnya kecil


VIDEO KELOMPOK 4


















Komentar

Postingan populer dari blog ini